Rabu, 26 Agustus 2020

Cipta Cerita #1 - Kehidupan adalah permasalahan

Kehidupan ini adalah permasalahan bagi kita semua.
Layaknya sebuah permainan, hidup ini harus dimainkan dengan baik agar bisa mencapai kebahagiaan.

Saya merasa kebahagiaan yang kita rasakan setiap waktu merupakan kebahagiaan yang fana. Hidup yang kita jalani sekarang ini merupakan sekumpulan dari permasalahan-permasalahan yang ada didepan mata kita dan harus dilewati sampai dengan kita tidak lagi hidup didunia ini. Mungkin kita merasakan kebahagiaan pada saat kita berhasil melewati suatu permasalahan dengan baik tanpa membuat masalah baru. Tapi nyatanya di depan kita sudah menunggu permasalahan-permasalahan dalam hidup kita yang harus dihadapi lagi.

Bohong rasanya jika kita mengatakan bahwa kebahagiaan adalah waktu dimana kita tidak akan mempunyai permasalahan. Tidak mengenal status sosial ataupun penampilan, masalah akan datang pada siapapun. 

Sebenarnya permasalahan-permasalahan itu datang dari dalam diri kita sendiri, itu yang baru saya sadari sekarang untuk menuliskan serial cipta cerita yang pertama ini. Saya menuntut kepada diri saya untuk mencapai sesuatu dan mungkin juga kalian yang sedang membaca. Entah untuk kebanggaan ataupun parameter kesuksesan bagi kalian, saya merasa semua ini pada akhirnya hanyalah sia-sia.

Bukan bermaksud untuk pesimis terhadap sebuah harapan yang ingin dituju. Namun, memangnya seberapa pentingkah tujuan dan harapan tersebut dalam kehidupan ini?

Saya juga merasakan bahwa sepertinya saya harus bermain dalam permainan kehidupan ini dengan baik. Baik bukan berarti benar menurut saya, tapi baik terhadap orang yang ikut didalam permainan kehidupan. Saya rasa kehidupan yang dewasa dan tidak menjadi toxic terhadap sesuatu apapun adalah kehidupan yang baik. Mungkin saya akan memperbaharui atau lebih tepatnya memperbaiki image pada diri saya sehingga bisa lebih diterima lagi kepada orang-orang terutama sekitar.

Entahlah, ini hanya keresahan saya saja yang ada didalam pikiran. Semoga semua keresahan ini bisa menjadi pelajaran untuk saya dan menjawab apa yang semua telah saya pikirkan.


21.51 WIB
26/08/2020

Selasa, 25 Agustus 2020

Cipta Cerita - Introduce

Halo sahabat logika,

Kali ini saya akan memperkenalkan serial terbaru dalam tulisan saya yang bernama Cipta Cerita. Dalam serial cipta cerita ini akan menggambarkan tulisan pribadi tentang suatu hal yang akan menjadi kenangan dalam hidup saya. Suatu waktu mungkin akan ada masa dimana saya merasakan pilihan hidup atau dilema dalam kehidupan yang akan menjadi kenangan kelak di kemudian hari

Entah ada yang membaca atau tidak, saya hanya ingin melampiaskan apa yang saya pikirkan dan semoga saya bisa melihat kenangan dari pikiran saya tersebut yang akan menjadi sebuah cerita.

Selamat membaca!

Minggu, 19 Juli 2020

Besok

Benar kata orang
Hidup ini memang tak semudah membalikkan telapak tangan
Terkadang kita selalu dibutakan dengan angan-angan
Berharap pada suatu kebahagiaan
Yang tak mungkin bisa dijadikan pijakan
Sebenarnya hidup ini sederhana
Sesederhana orang lain berkomentar tentang hidup kita
Kita semua adalah pemeran antagonis pada cerita orang lain
Albert Einstein pernah berkata
Jangan terlalu ambil pusing dengan omongan orang
Terkadang mereka mempunyai mulut
Tapi tidak punya otak
Siapapun berhak memberikan masukan, komentar, dan berbicara apapun tentang kita
Tapi kita berhak untuk menerima dan tidak menerima

Bertumbuhlah…
Kalau tidak suka, jangan dilihat
Kalau tidak tahu, jangan bicara
Kalau tidak peduli, jangan menghakimi
Kalau tidak bisa memiliki, jangan membenci
Percaya kata hati
Bukan kata orang
Lakukan apa yang menurutmu benar bukan menurut orang lain benar
Jangan biarkan masa lalu mengontrol masa depan
Masa lalu biarlah berlalu
Bukan begitu?
Kita beranggapan bahwa untuk bahagia dan merasa lengkap
Kita harus memiliki hubungan dengan orang lain
Seharusnya bukan karena kita ingin bahagia
Tetapi karena kita ingin berbagi kebahagiaan kepada orang yang benar-benar mencintai
Berjuanglah bersama orang-orang yang mau berjuang
Bukan yang mau diperjuangkan

Hidup ini terlalu singkat untuk memahami
Tapi terlalu lambat untuk menghargai
Alam ini akan selalu mencukupi kebutuhan semua manusia
Namun tidak untuk memenuhi satu keserakahan manusia
Kapal yang bagus adalah kapal yang berada pada setiap pelabuhan
Namun bukan untuk itu tujuan diciptakannya sebuah kapal
Akan selalu ada permasalahan yang akan menghadapi kita
Kita hanya perlu mempersiapkannya
Percayalah
Matahari tidak akan batal terbit hanya karena kamu enggan menghadapi hari esok

--

Referensi
o Abdi Suardin
o PMPA Astacala

Rabu, 13 Mei 2020

Cinta



Cinta, satu kata berjuta makna yang pastinya dirasakan oleh setiap insan. Walaupun dirasakan oleh semua makhluk hidup, tapi nyatanya cinta pada setiap orang berbeda-beda dalam merasakannya. Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memperlakukan orang yang dicintai dan disayanginya. Yang pasti, cinta itu nyata adanya.

Berbicara tentang cinta, merupakan suatu hal yang wajar untuk dialami karena rasa sayang dan cinta merupakan kebutuhan manusia. Namun sejak disekolah kita tidak pernah diajarkan bagaimana cara menghadapi perasaan itu yang padahal mengelilingi fikiran kita dan mempengaruhi setiap tindakan kita ketika sedang merasakannya. Siap ataupun belum siap, cinta bisa datang secara tiba-tiba.

Maka dari itu, pada topik kali ini saya ingin membahas tentang pandangan saya terhadap cinta. Dikarenakan walaupun bermain dengan perasaan, kita harus dapat menyadarinya agar lebih tepat dalam mengambil tindakan pada diri kita. Saya pernah mendengar kutipan dari Lex dePraxis: 

“Melogikakan hubungan cinta, tidak akan mengurangi esensi dari cinta itu sendiri.”

Walaupun sebuah perasaan cinta yang tidak bisa ditebak, namun dengan melogikakan perasaan tersebut maka kita tidak akan mengurangi rasa daripada cintanya itu sendiri. Jadi dengan menggunakan logika, saya rasa merupakan hal yang penting untuk mengatur diri kita agar tidak salah dalam mengambil setiap tindakan maupun masa depan.

Sebenarnya definisi cinta menurut saya itu sangat sederhana, yaitu rasa sayang yang dirasakan oleh kedua insan untuk saling bahagia. Tapi terkadang, cinta itu sering sekali dirumitkan dengan rasa kecemburuan, menguasai, dan keterikatan emosi.

Misal, saya pernah tersadar ketika saya mengidam-idamkan seseorang. Dan saya mempertahankan rasa suka saya sampai waktu yang lama dan menjaganya. Namun pada suatu waktu, orang tersebut berpaling pada orang lain. Dan saya menganggap diri saya sudah setia terhadap orang yang saya idamkan tersebut.

Saya tersadar bahwa perasaan cinta saya itu bukanlah sebuah kesetiaan, namun terobsesi. Mungkin rasa suka yang kita alami terhadap seseorang merupakan bayangan dalam fikiran saja yang selalu mengidealkan orang tersebut untuk menjadi pasangan kita kelak tanpa memikirkan hal-hal lain yang akan terjadi sebenarnya. Istilah cinta itu buta mungkin berlaku karena harapan kita yang sudah terpaku pada sosok ideal tersebut.

Menyukai seseorang memang bukan suatu kesalahan, namun bagaimana kita menyikapi perasaan suka itulah yang terkadang membuatnya menjadi salah. Saya tersadar, dari penduduk dunia yang berjumlah sekitar 7 miliar orang ini. 6,99 miliarnya juga tidak mengharapkan sosok yang kita idam-idamkan. Kita hanya fokus pada satu orang tersebut sampai lupa pada hal lain yang lebih penting.

Saya merasa mungkin memang belum waktunya untuk berpasangan karena masih ada hal panjang yang harus saya jalani untuk kehidupan diri sendiri. Namun, dengan pasangan terkadang kita menjadi jauh lebih semangat untuk menjalani kehidupan dan selalu ada drama didalamnya.

Seperti apa yang pernah dikutip oleh Pramoedya Ananta Toer:

“Cinta itu indah, begitu juga kebinasaan yang membututinya. Orang harus berani, menanggung akibatnya.”

Terkadang saya juga selalu terfikirkan untuk berpasangan ketika saya menyukai seseorang. Dan saya pernah menuliskan pada buku catatan pribadi saya tentang “Kenapa saya harus berpacaran?” lalu membaginya kedalam dua sisi positif dan negatifnya ketika saya berpacaran.



Setelah menulisnya, perasaan saya menjadi lebih jelas dan saya memilih sisi kanan untuk tidak berpacaran. 😆

Berikut ini juga ada teori oleh Robert J. Sternberg tentang “The Triangular Theory of Love” tapi bukan tentang cinta segitiga 😅, melainkan tiga komponen dalam cinta:
  1. Lust (hawa nafsu)
  2. Intimacy (keintiman)
  3. Commitment (komitmen)

Kalau kamu hanya memiliki satu komponen, yaitu hawa nafsu. Artinya kamu “Infatuasi” atau dalam hubungan berpasanganmu hanya sekadar nafsu belaka tanpa memikirkan komitmen dan keintiman.

Kalau kamu hanya memiliki satu komponen, yaitu keintiman. Artinya kamu Cuma naksir/suka sama orang tersebut karena dekat.

Kalau kamu hanya memiliki satu komponen, yaitu komitmen. Artinya cinta tersebut hanya kosong belaka. Biasanya karena perjodohan.

Kalau kamu mempunyai dua komponen, yaitu nafsu dan keintiman. Ini namanya cinta romantis. Biasanya seperti orang pacaran yang belum tentu punya komitmen/keterikatan yang legal dari badan hukum.

Kalau kamu mempunyai dua komponen, yaitu nafsu dan komitmen. Ini namanya cinta buta. Biasanya cinta yang didasari dengan ketertarikan fisik dan komitmen yang dilandasi dengan hasrat menggebu tanpa keterikatan emosional.

Kalau kamu mempunyai dua komponen, yaitu keintiman dan komitmen. Selamat, Anda terkena friendzone a.k.a cinta pertemanan. Ini biasanya kalau misalkan pasangannya udah tua dan ingin saling berbagi kasih sayang tanpa hasrat yang memadai.

Dan yang terakhir ketika kamu mempunyai ketiga komponen tersebut, yaitu nafsu, keintiman, dan komitmen. Selamat, cintamu sudah sempurna. Tinggal pertahankan dengan komunikasi yang asertif, saling memaafkan, berbagi, dan memahami satu sama lain.

Itu adalah teori of love dari Robert J. Sternberg.

Karena cinta setiap orang yang dirasakan berbeda. Tidak sedikit juga saya menemukan bahwa banyak orang untuk takut dalam jatuh cinta dikarenakan tidak yakin untuk bisa menemukan seseorang yang sayang seperti orang tuanya.

Mungkin sampai sini dulu aja pandangan saya mengenai “cinta” ini. Bagaimanapun perasaan yang dihadapi, jangan lupa untuk tersadar dengan kehidupan saat ini dan tidak mengambil keputusan saat sedang dibutakan.

Kalau kamu memiliki pandangan lain tentang cinta, bisa ditulis didalam kolom komentar. Atau juga saran topik bahasan lanjut yang ingin dibaca.

Terima kasih, jangan lupa bahagia! 😊 karena kebahagiaan cinta tidak ada jaminan untuk selamanya 😝